Rabu, 01 April 2015

KEGELISAHAN DI TANAH RANTAU



Aku adalah sesorang anak lelaki yang lahir dari sebuah daerah dari pulau sumatra indonesia, tepatnya di Provinsi Riau, aku seorang anak yang terlahir bukan dari keluarga yang berdarah biru dan dermawan, aku juga bukan seorang anak yang lahir dari keturunan ningrat yang bisa melakukan apa saja sesuai keinginanya. Aku seorang anak dari keluarga biasa-biasa saja dan sederhana, aku memiliki 4 saudara laki-laki dan 2 saudara perempuan, aku anak paling paling bungsu dari 7 bersaudara, kini tinggal 6 bersaudara di karenakan anak ke 2 dari ibu ku telah meninggal dunia ketika di usia balita, saat ini semuanya telah menikah dan memiliki keluarga, dan tinggal aku si bungsu yang masih sedang meneruskan pendidikanya. Disini aku tidak sedang ingin mengarang cerita atau novel, tetapi disini aku sedang menceritakan kegelisahan yang ku rasakan sebulan belakangan ini.

Pada bulan juni 2012 lalu aku seorang anak yang baru lulus sekolah di jenjeang SMA. Seperti anak pada umumnya rasa ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi juga muncul dari dalam benak fikiranku saat itu, dengan segala upaya, dengan segala keterbatasan rasa tekat yang kuat menghasilkan dukungan dari kedua orang tuaku, awalnya aku belum tau harus masuk ke perguruan tinggi mana dan mengambil jurusan apa, namun hati kecil berkata kemanapun aku melanjutkan studiku aku ingin memperdalam pengetahuan ku di bidang IT, karena menurut ku sesorang yang menguasai IT akan bisa terampil di bagian apa saja ketika sudah berada di dalam dunia kerja, karena saat ini semua jenis pekerjaan sudah menerapkan IT dalam sistem mereka. Hari-hari berjalan begitu singkat hingga tibalah saat dimana aku harus menentukan pilihan ku untuk memilih melanjutkan pendidikan ku ke perguruan tinggi mana dan mengambil jurusan apa, pada akhirnya salah satu keluarga yang berada di jakarta bersedia membantu ku dalam peroses pendaftaran kuliahku, saat itu aku mendaftar di sebuah Universitas Suasta yang cukup baik di indonesia ini yaitu “UNIVERSITAS GUNADARMA”, keluarga ku yang baik tidak hanya membantu ku dalam peroses pendaftaran, melainkan aku diberikan tempat untuk tinggal di rumah mereka. Saat itu aku merasa sangat bersyukur dan banyak mengucapkan rasa terimakasih atas bantuan dan pertolongan yang mereka berikan kepadaku, aku tidak tau bagaimana cara membalas jasa-jasa mereka kepadaku yang begitu baiknya.

Perkuliahan di tahun ajaran baru pun sudah di mulai, seperti mahasiswa baru pada biasanya, aku saat itu merasa bangga karena aku bisa merasakan menjadi seorang mahasiswa, har-hari berjalan normal seperti biasa setiap pagi aku bangun untuk membantu pekerjaan rumah apa saja yang bisa ku kerjakan sebelum berangkat kuliah, karena aku menyadari keberadaan ku disini adalah sebagai anak yang di beri tumpangan dan pertolongan. Tanpa ku sadari bulan suci ramadhan pertama yang ku lewati di kota orang kini telah tiba, tahun ini tahun pertama ku melewati bulan suci ramadhan jauh dari ke dua orang tua, namun aku tidak terlalu merasa sedih karena aku sadar ini adalah pilihan ku yang harus aku jalani. Hari kemenangan telah tiba bagitu juga masa libur dari aktivitas perkuliahan yang telah tiba bersamaan dengan perayaan Hariraya Idul Fitry, rasa bahagia, rasa terharu, rasa kangen semua bercamputr aduk karena aku segera pulang ke kampung halaman di tahun pertama aku hidup di tanah rantau ini.

Hari kemenangan tahun ini sangat ku sambut dengan sukacita rasa bangga dan rasa rindu yang terpisahkan dari keluarga bisa segera tertumpah ruah bersama perayaan hari kemanangan ini. Masa libur yang terasa singkat sehingga mengharuskan ku untuk kembali ke jakarta meneruskan pendidikan ku supaya bisa lulus tepat waktu, masuk di tahun ke 2 ini kesibukan ku sebagai mahasiswa kini bertambah, selain dari tugas dari dosen sekarang aku juga menjadi pengurus sebuah organisasi di kampus, tentunya waktu ku begitu banyak tersita di setiap harinya sehingga intensitas untuk komunikasi dengan orang tuaku hanyalah setiap malam minggu. Malam minggu adalah malam dimana aku menghabiskan malamku untuk berbicara panjang lebar menceritakan keadaaan dan rutinitasku sehari” selama di tanah rantau ini, tidak jarang obrolan ku dengan orang tuaku ngalor ngidul sampai kemana-mana dari pembahasan yang sanggat penting bahkan sampai pembahasan yang samasekali tidak penting untuk di bahas, tetapi itulah kami yang menjalani hidup dengan kesederhanaan ini namun dengan penuh rasa kenyamanan, rasanya tidak bisa di ungkapkan dengan kata” bagaimana rasa bahagianya ketika kita bisa berada di tengah-tengah kedua orang tua dan keluarga yang bisa menjadi tempat berbagi. Rutinitas telvonan setiap malam minggu itu terus berlanjut hingga saat ini.

Singkat cerita sampailah di masa-masa menjelang bulan suci ramadhan yang ke dua selama aku berada di tanah rantau ini. Namun tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jadwal ujian bentrok dengan libur idul fitri yang sudah di depan mata, ya begitulah kampus di tempat aku menuntut ilmu, mau tidak mau, rela tidak rela, ikhlas tidak ikhlas, tahun kemenangan ini harus ku lewati di tanah rantau yang jauh dari orang tua, rasa sedih ketika mengumandangkan takbir sehingga tidak terasa air mata ini mengalir begitu saja, yang ku rasakan saat itu bercampur aduk antara sedih dan kerinduan yang sudah lama tidak merasakan mencium tangan dan kening kedua orang tua. Hari kemenangan yang harus ku lewati dengan rasa tidak menang karena di saat orang lain bisa berkumpul dengan keluarga dan kedua orang tua aku hanya bisa berkomunikasi lewat telvon sebagaimana yang ku lakukan seperti di malam-malam minggu biasanya. Disinilah hal yang ingin ku ceritakan kepada siapapun yang ikhlas membaca tulisan ini, siapapun kalian, dimanapun kalian, dan apapun tujuan hidup kalian semoga bisa mengambil sisi positiv dari tulisan ini, karena tulisan ini pada hakiatnya adalah nasihat dari penulis dan di peruntukan untuk penulis itu sendiri.

Setiap orang anak manusia yang terlahir di dunia ini semua sama, kita 9 bulan berada di kandungan dan di lahirkan dari rahim seorang ibu. Saat kita terlahir yang bisa kita lakukan hanyalah menangis, dan di saat tangisan pertama yang kita raungkan ada seorang ayah yang mengazani kita, begitu besar pengorbanan seorang ibu, begitu besar tanggungjawab seorang ayah untuk kita. Dari usia kita yang balita sampai meranjak ke usia dewasa semua kita lewati dan kita lakukan dengan bantuan dari rasa sayang yang ikhlas dari ke dua orang tua kita, maka wajar rasanya jika kita di pisahkan oleh jarak yang jauh membuat kita seringkali merasa rindu, kangen, bahkan sedih, keitika kita yang dari balita dan di besarkan di tengah-tengah kasih sayang kedua orang tua harus di pisahkan jauh di tanah rantau, rasanya mustahil kalau kita bisa menjalani hari-hari tanpa teringat raut wajah mereka, raut harapan mereka yang mereka ucapkan ketika kita pertama kali melangkahkan kaki untuk meninggalkan rumah. Harapan demi harapan, doa demi doa yang setiap saat terucapkan dari mulut ayah dan ibu yang berharap anaknya menemukan kesuksesan dan keberhasilan di tanah rantau membuat pribadi ku menjadi pribadi yang lebih gagah berani, membuat pribadiku lebih bertanggungjawab, dan banyak lagi dampak yang menjadikan perubahan dalam kepribadianku.

Menjadi anak rantau bukanlah hal yang mudah, menjadi anak perantau merupakan pelajaran yang takan pernah di dapat di dunia pendidikan manapun, mengapa demikian? Kareana ada banyak hal yang ku rasakan, ada banyak pelajaran yang ku dapatkan, ada banyak kekuatan yang bermunculan. Beruntunglah jika saat ini kalian masih tinggal di tengah-tengah hangatnya kasih sayang ke dua orang tua kalian didalam rumah yang se’atap, hormatilah kebersamaaan itu, hargailah waktu dan kesempatan yang ada, sayangilah mereka dengan perhatian-perhatian kecil yang menurut kita biasa saja tetapi sesungguhnya itu begitu luar biasa di mata mereka. Waktu tidak akan bisa kita putar kembali, saat-saat dan moment-moment yang menurut kita biasa saja tetapi itu berasa sangat berharga ketika kita sudah tidak bisa mendapatkanya kembali kesempatan itu, saat ini aku sedang merindukan kedua orang tuaku, rindu itu bukan hanya sebatas rindu biasa, tetapi rindu yang muncul ini di karenakan kesadaran dari dalam hati seorang anak untuk kedua orang tuanya bahwa tiada satu bahagia yang melebihi bahagia cinta yang di berikan oleh kedua orang tua dan keluarga kita. I LOVE YOU FAMILY :* :")

Sabtu, 10 Januari 2015

APLIKASI SIKLUS PENGELUARAN (SIA)

A.      Definisi Aplikasi Siklus Pengeluaran
          Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa, tujuan utamanya adalah dalam siklus pengeluaran untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi 
B.      Ruang Lingkup Siklus Pengeluaran
Aktivitas Bisnis Siklus Pengeluaran :
1.       Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
·         Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan.
·         Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesanan ekonomis [EOQ]). Pendekatan ini didasarkan pada perhitungan jumlah optimal pesanan untuk meminimalkan jumlah biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan.
2.       Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) :
·         Aktivitas bisnis utama kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan.
Ø  Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan-kebutuhan informasi:
Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama:
·         Memutuskan apakah menerima pengiriman  
·         Memeriksa jumlah dan kualitas barang
Dokumen-dokumen dan prosedur-prosedur
 Laporan penerimaan adalah dokumen utama yang digunakan dalam subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian.
Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima.
3.       Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan)
·         Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayaran.
·         Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar
·         Kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran
Tujuan utang usaha adalah untuk mensahkan pembayaran hanya untuk barang dan jasa yang dipesan dan benar-benar diterima.
Ada dua cara untuk memproses faktur penjualan dari vendor :
·         Sistem tanpa voucher
·         Sistem Vouche
C.      SubSistem Siklus Pengeluaran
Subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai :
·         Setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian.
·         Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima.
·         Membayar barang, Perlengkapa
D.      Batasan Aplikasi Siklus Pengeluaran
Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan.
 
Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah:
·         Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, keluaran yang jelas.
·         Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang.
·         Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses.
·         Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima.
·         Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi.
·         Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi.
E.       DFD Aplikasi Siklus Pengeluaran

















SUMBER :http://sella10p.wordpress.com/2014/01/22/siklus-aplikasi-sistem-informasi-akuntansi/
APLIKASI SIKLUS PENGELUARAN A. Definisi Aplikasi Siklus Pengeluaran Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa, tujuan utamanya adalah dalam siklus pengeluaran untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi B. Ruang Lingkup Siklus Pengeluaran Aktivitas Bisnis Siklus Pengeluaran : 1. Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) · Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. · Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesanan ekonomis [EOQ]). Pendekatan ini didasarkan pada perhitungan jumlah optimal pesanan untuk meminimalkan jumlah biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan. 2. Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) : · Aktivitas bisnis utama kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. Ø Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan-kebutuhan informasi: Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama: · Memutuskan apakah menerima pengiriman · Memeriksa jumlah dan kualitas barang Dokumen-dokumen dan prosedur-prosedur Laporan penerimaan adalah dokumen utama yang digunakan dalam subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima. 3. Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) · Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayaran. · Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar · Kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran Tujuan utang usaha adalah untuk mensahkan pembayaran hanya untuk barang dan jasa yang dipesan dan benar-benar diterima. Ada dua cara untuk memproses faktur penjualan dari vendor : · Sistem tanpa voucher · Sistem Vouche C. SubSistem Siklus Pengeluaran Subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai : · Setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. · Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima. · Membayar barang, Perlengkapa D. Batasan Aplikasi Siklus Pengeluaran Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan. Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah: · Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, keluaran yang jelas. · Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang. · Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses. · Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima. · Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi. · Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi. DFD Aplikasi Siklus Pengeluaran SUMBER :http://sella10p.wordpress.com/2014/01/22/siklus-aplikasi-sistem-informasi-akuntansi/

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
APLIKASI SIKLUS PENGELUARAN A. Definisi Aplikasi Siklus Pengeluaran Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa, tujuan utamanya adalah dalam siklus pengeluaran untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi B. Ruang Lingkup Siklus Pengeluaran Aktivitas Bisnis Siklus Pengeluaran : 1. Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) · Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. · Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesanan ekonomis [EOQ]). Pendekatan ini didasarkan pada perhitungan jumlah optimal pesanan untuk meminimalkan jumlah biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan. 2. Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) : · Aktivitas bisnis utama kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. Ø Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan-kebutuhan informasi: Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama: · Memutuskan apakah menerima pengiriman · Memeriksa jumlah dan kualitas barang Dokumen-dokumen dan prosedur-prosedur Laporan penerimaan adalah dokumen utama yang digunakan dalam subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima. 3. Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) · Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayaran. · Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar · Kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran Tujuan utang usaha adalah untuk mensahkan pembayaran hanya untuk barang dan jasa yang dipesan dan benar-benar diterima. Ada dua cara untuk memproses faktur penjualan dari vendor : · Sistem tanpa voucher · Sistem Vouche C. SubSistem Siklus Pengeluaran Subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai : · Setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. · Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima. · Membayar barang, Perlengkapa D. Batasan Aplikasi Siklus Pengeluaran Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan. Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah: · Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, keluaran yang jelas. · Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang. · Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses. · Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima. · Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi. · Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi. DFD Aplikasi Siklus Pengeluaran SUMBER :http://sella10p.wordpress.com/2014/01/22/siklus-aplikasi-sistem-informasi-akuntansi/

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
APLIKASI SIKLUS PENGELUARAN A. Definisi Aplikasi Siklus Pengeluaran Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa, tujuan utamanya adalah dalam siklus pengeluaran untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi B. Ruang Lingkup Siklus Pengeluaran Aktivitas Bisnis Siklus Pengeluaran : 1. Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) · Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. · Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesanan ekonomis [EOQ]). Pendekatan ini didasarkan pada perhitungan jumlah optimal pesanan untuk meminimalkan jumlah biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan. 2. Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) : · Aktivitas bisnis utama kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. Ø Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan-kebutuhan informasi: Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama: · Memutuskan apakah menerima pengiriman · Memeriksa jumlah dan kualitas barang Dokumen-dokumen dan prosedur-prosedur Laporan penerimaan adalah dokumen utama yang digunakan dalam subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima. 3. Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) · Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayaran. · Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar · Kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran Tujuan utang usaha adalah untuk mensahkan pembayaran hanya untuk barang dan jasa yang dipesan dan benar-benar diterima. Ada dua cara untuk memproses faktur penjualan dari vendor : · Sistem tanpa voucher · Sistem Vouche C. SubSistem Siklus Pengeluaran Subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai : · Setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. · Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima. · Membayar barang, Perlengkapa D. Batasan Aplikasi Siklus Pengeluaran Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan. Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah: · Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, keluaran yang jelas. · Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang. · Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses. · Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima. · Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi. · Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi. DFD Aplikasi Siklus Pengeluaran SUMBER :http://sella10p.wordpress.com/2014/01/22/siklus-aplikasi-sistem-informasi-akuntansi/

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
APLIKASI SIKLUS PENGELUARAN A. Definisi Aplikasi Siklus Pengeluaran Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa, tujuan utamanya adalah dalam siklus pengeluaran untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi B. Ruang Lingkup Siklus Pengeluaran Aktivitas Bisnis Siklus Pengeluaran : 1. Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) · Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. · Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesanan ekonomis [EOQ]). Pendekatan ini didasarkan pada perhitungan jumlah optimal pesanan untuk meminimalkan jumlah biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan. 2. Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) : · Aktivitas bisnis utama kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. Ø Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan-kebutuhan informasi: Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama: · Memutuskan apakah menerima pengiriman · Memeriksa jumlah dan kualitas barang Dokumen-dokumen dan prosedur-prosedur Laporan penerimaan adalah dokumen utama yang digunakan dalam subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima. 3. Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) · Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayaran. · Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar · Kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran Tujuan utang usaha adalah untuk mensahkan pembayaran hanya untuk barang dan jasa yang dipesan dan benar-benar diterima. Ada dua cara untuk memproses faktur penjualan dari vendor : · Sistem tanpa voucher · Sistem Vouche C. SubSistem Siklus Pengeluaran Subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai : · Setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. · Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima. · Membayar barang, Perlengkapa D. Batasan Aplikasi Siklus Pengeluaran Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan. Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah: · Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, keluaran yang jelas. · Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang. · Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses. · Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima. · Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi. · Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi. DFD Aplikasi Siklus Pengeluaran SUMBER :http://sella10p.wordpress.com/2014/01/22/siklus-aplikasi-sistem-informasi-akuntansi/

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
APLIKASI SIKLUS PENGELUARAN A. Definisi Aplikasi Siklus Pengeluaran Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa, tujuan utamanya adalah dalam siklus pengeluaran untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi B. Ruang Lingkup Siklus Pengeluaran Aktivitas Bisnis Siklus Pengeluaran : 1. Memesan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) · Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. · Aktivitas utama pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. Metode pengendalian persediaan tradisional ini sering disebut: kuantitas pesanan ekonomis [EOQ]). Pendekatan ini didasarkan pada perhitungan jumlah optimal pesanan untuk meminimalkan jumlah biaya pemesanan, penggudangan dan kekurangan persediaan. 2. Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) Menerima dan menyimpan barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) : · Aktivitas bisnis utama kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. Ø Keputusan-keputusan penting dan kebutuhan-kebutuhan informasi: Bagian penerimaan mempunyai dua tanggung jawab utama: · Memutuskan apakah menerima pengiriman · Memeriksa jumlah dan kualitas barang Dokumen-dokumen dan prosedur-prosedur Laporan penerimaan adalah dokumen utama yang digunakan dalam subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai: setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima. 3. Membayar barang, Perlengkapan dan jasa (layanan) · Aktivitas utama ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayaran. · Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar · Kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran Tujuan utang usaha adalah untuk mensahkan pembayaran hanya untuk barang dan jasa yang dipesan dan benar-benar diterima. Ada dua cara untuk memproses faktur penjualan dari vendor : · Sistem tanpa voucher · Sistem Vouche C. SubSistem Siklus Pengeluaran Subsistem penerimaan dalam siklus pengeluaran, laporan ini mendokumentasikan rincian mengenai : · Setiap kiriman, termasuk tanggal penerimaan, pengiriman, pemasok, dan nomor pesanan pembelian. · Bagi setiap barang yang diterima, laporan ini menunjukkan nomor barang, deskripsi, unit ukuran, dan jumlah barang yang diterima. · Membayar barang, Perlengkapa D. Batasan Aplikasi Siklus Pengeluaran Proses bisnis adalah suatu kumpulan aktivitas atau pekerjaan terstruktur yang saling terkait untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu atau yang menghasilkan produk atau layanan (demi meraih tujuan tertentu). Suatu proses bisnis dapat dipecah menjadi beberapa subproses yang masing-masing memiliki atribut sendiri tapi juga berkontribusi untuk mencapai tujuan dari superprosesnya. Analisis proses bisnis umumnya melibatkan pemetaan proses dan subproses di dalamnya hingga tingkatan aktivitas atau kegiatan. Beberapa karakteristik umum yang dianggap harus dimiliki suatu proses bisnis adalah: · Definitif: Suatu proses bisnis harus memiliki batasan, keluaran yang jelas. · Urutan: Suatu proses bisnis harus terdiri dari aktivitas yang berurut sesuai waktu dan ruang. · Pelanggan: Suatu proses bisnis harus mempunyai penerima hasil proses. · Nilai tambah: Transformasi yang terjadi dalam proses harus memberikan nilai tambah pada penerima. · Keterkaitan: Suatu proses tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus terkait dalam suatu struktur organisasi. · Fungsi silang: Suatu proses umumnya, walaupun tidak harus, mencakup beberapa fungsi. DFD Aplikasi Siklus Pengeluaran SUMBER :http://sella10p.wordpress.com/2014/01/22/siklus-aplikasi-sistem-informasi-akuntansi/

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win

Kamis, 27 November 2014

Cinta Datang Tak Terduga

 
 
 
Malam itu sunyi, Winne duduk menyendiri di teras rumah, ditemani majalah pavoritnya. Ia mencoba memusatkan pikiran untuk membaca, namun tak satu pun paragraf berhasil dicerna. Rasa sepi mencabik-cabik pikiran. Tak pernah sebelumnya ia merasakan begitu hampanya hidup, tak pernah, kecuali sejak malam itu. Ia merindukan seorang pria, tapi hati kecilnya menolak untuk merindukan pria itu.

Winne adalah gadis idaman, baik di desa maupun di lingkungan sekolahnya (saat itu ia masih SMA), Winne jadi idola. Ia dikaruniai paras jelita menyaingi jelitanya artis ibu kota. Lembut, selembut cahaya purnama. Tak heran jika beragam tipe cowok berebut mengemis cinta. Mereka berlomba-lomba untuk menggaet Winne, yang tampan ikhlas berkorban, yang kaya rela sengsara, yang pandai jadi penghayal, dan yang keriput sampai bertekuk lutut.

Namun seribu kali namun, di balik kecantikan wajahnya ternyata tersimpan hati yang beku. Padat, sepadat batu. Belum pernah ada cowok yang berhasil mereguk cintanya, betapa pun hebatnya kedudukan si pria di mata para wanita. Inilah yang menyebabkan banyak lelaki putus asa, benci sendiri, tak berarti, sampai kepikiran bunuh diri. Salah satunya adalah Ipang.

Agus, seorang teman dari desa tetangga yang pernah ‘menembak’ gadis itu, berkata: “Ia menolak cintaku sedingin Ryan dalam kasus mutilasi.” Agus tak tahu bahwa penolakan Winne terhadap cinta Ipang sekejam Holocaust di kamp-kamp konsenstrasi Hitler.

Lalu, tiba-tiba saja, tak disangka-sangka, layaknya dongengan cinta kelas amatiran, seorang pemuda miskin lulusan SMP di desanya berhasil menebarkan benih-benih kerinduan ke dalam hati gadis itu. Begitu mudahnya si pemuda meruntuhkan keangkuhan hati Winne, hanya diawali dengan pertemuan sepele, yaitu pertemuan tak sengaja di angkutan desa.

Alkisah, sepulang sekolah di kota Winne menumpang angkutan (biasalah kalau keturunan ningrat sekolahnya musti di kota, padahal SMA di kecamatan juga ada). Ia duduk di sebelah pria berkemeja coklat lengan panjang yang dilipat rapi, bercelana jeans murahan, belel bukan karena gaya tapi karena keseringan dicuci. Di tangan pemuda itu tergantung plastik putih bertuliskan nama toko. Sepanjang jalan Winne tak memerhatikan wajah cowok itu. Jangankan memerhatikan, kepikiran pun tisak. Winne adalah tipe cewek super cuek, tak mudah mengambil perhatiannya, sekuat apa pun kau-kau berusaha.

Memasuki kecamatan Lebaksari (kampung Batuhieum masuk ke kecamatan ini), jalan yang dilewati rusaknya minta ampun, berlubang-lubang seperti tanah yang tertimpa pecahan meteorit. Tak ayal, mobil berguncang hebat, para penumpangnya saling berdesakan.

Bagi Winne, yang setiap hari pulang pergi sekolah melewati jalan itu, guncangan tersebut sudah dianggapnya biasa, layaknya goyangan dangdut saja. Ia hanya cukup menekan pantat ke jok serta dua kakinya ke lantai untuk mengantisipasi lonjakan tubuhnya. Begitu pun penumpang lainnya. Tapi, pemuda kampungan yang duduk di sebelahnya.., ya, ampun! Dia sungguh tampak sengsara. Tubuhnya tegang-tegang. Otot tangannya mengeras, mencengkram pegangan besi di jendela. Dia kaku banget, tubuhnya mendesak ke kiri, ke kanan. Mau tak mau Winne terganggu, tapi keukeuh ia tak punya hasrat untuk melihat wajah cowok itu.

Jalan aspal kembali mulus begitu mobil melewati tugu perbatasan kampung Batuhieum. Saat itulah, tak disangka-sangka, cowok yang duduk di sebelahnya bicara: “Sudah lama tak pergian ke kota. Baru kutahu jalannya ternyata rusak begini.”

Winne merasa pernah mendengar suara itu, maka ia menoleh. Degh! Ia terkesiap. Kaget tak alang-kepalang. Seujung rambut pun ia tak menyangka cowok yang sedari tadi duduk di sampingnya adalah Dias.

Winne jelas mengenal pemuda ganteng berambut sebahu itu. Keduanya sama-sama berasal dari Batuhieum. Bahkan dulu, semasih SD Dias pernah menjadi teman akrab kakak laki-lakinya, Nenda, yang sekarang kuliah di Bandung. Dias sering diajak main ke rumahnya memetik jambu air dan belimbing. Winne kecil suka menjerit-jerit manja agar Dias terus melemparkan belimbing masak ke depannya.

Winne mengangguk pelan untuk merespon ucapan Dias, lalu pandangannya kembali ke posisi semula, mencoba ambil sikap dingin. Ia berusaha tak terpengaruh. Tapi, hati kecilnya tak bisa dibohongi, diam-diam ia merindukan senyum dan tawa cowok itu. Maka ia menoleh lagi tepat ketika Dias tersenyum. Desh, desh, desh!

Darahnya berdesir, jantungnya berdebar. Ajaib. Winne yang cuek, yang angkuh, sekonyong-konyong hatinya luruh melihat senyum cowok itu, senyum yang tulus, setulus wajah dan penampilannya. Teduh, seteduh pandangan matanya. Senyum Dias jauh dari kesan ingin dipuja atau hendak menguasai, tanpa pamrih, tanpa tekanan. Wajah tampannya jernih menyiratkan kejujuran.

Winne lekas berpaling. Kali ini ia gundah gulana. Ia terus memikirkan betapa bisa senyum itu merisaukan hatinya. Ia ingin menghalau pikiran tersebut, tapi semakin kuat ia menghalau, semakin terpikirkan olehnya. Winne belum menyadari panah asmara telah menancap di hatinya. Ia baru akan menyadarinya nanti setelah turun dari mobil.

Begitulah, cinta memang aneh. Ia datang tak terduga, dengan cara yang tak terduga pula. Dan, seumpama Izrail mencabut nyawa, cinta datang tak dapat dielakkan. Semakin kuat kamu mengelak, semakin kuat cinta mencengkrammu.

Angin malam berhembus menyisir dedaunan, menebarkan rasa dingin di sekujur tubuh. Gamang, Winne menutup majalah, lalu beranjak hendak masuk rumah. Tepat di muka pintu langkahnya terhenti. Lamat-lamat ia mendengar suara petikan gitar dari arah poskamling, suaranya berdenting sendirian menembus gelap dan sunyi. Sang pemetik gitar melantunkan intro lagu bernuansa syahdu, seakan-akan ia tahu apa yang dirasakan Winne saat itu. Tak lama kemudian, menyusul masuk suara vokal di sela-sela petikan gitarnya. Suaranya merdu sekali. Winne terharu sekaligus senang mendengar suara pemuda yang dirindukannya mengumandang di kesunyian.



Cinta yang kurasakan di dada ini lebih besar dari apa pun.
Beban kerinduan mendentum kalbu, membuatku tak berdaya.
Selalu aku ingin menjumpaimu, kasih, meskipun kau bukan milikku. Mengalir angan dan mimpi-mimpi, hayalan yang tak pasti.

Winne diam terpaku. Syair itu perlahan merasuk ke dalam hatinya, menyentuh kalbu, menyiram dan menyejukan jiwa yang lara.



Kekasihku, pernahkah kau merasakan cinta yang terdalam, hadirnya pengharapan di jiwamu.
Kini aku mengalaminya. Sesak kerinduanku, semakin membuatku tak berdaya.

Winne merasakan sesuatu di hatinya terus menekan, memaksa sepasang kakinya bergerak menuruni teras. Ia memetik sekuntum mawar, lalu diselipkan mawar itu di sela-sela lembaran majalah. Nah, diiringi suara petikan gitar itu, ia melangkah ke luar halaman. Ia bertekad akan menjumpai pemuda itu, pemuda yang telah mengkontaminasi pikirannya dengan racun cinta.

“Lagumu menyakitiku.”

Dias tertegun. Cahaya lampu bohlam lima watt di poskamling menyiram wajahnya yang penuh sesal.

Winne mengambil tempat duduk di sebelah Dias. Majalah yang di dalamnya terselip mawar ia sembunyikan di sebelah kirinya. “Apa judul lagu itu, Ias?”

Dias menurunkan posisi kakinya yang semula berselonjor.

“Senandung Rindu.”

Winne mengerling. “Lagu siapa?”

“Lagu ciptaanku sendiri. Jelek?”

“Bagus, kok.”

Keduanya saling tatap sebentar, lalu sama-sama termangu.

Dias menoleh lagi. “Maaf, nyanyianku mengganggu.”

Winne tersenyum tipis, namun dengan cepat ia palingkan muka untuk menyembunyikan senyumnya. Gadis bermata sendu itu berdehem sebentar, lantas kembali berekspresi serius.

Dias mulai lagi memainkan gitar. Semakin ke sini, rangkaian nada yang berdenting terdengar semakin rancak, liar, penuh gairah. Mulut pemuda itu memang terkatup diam, tapi hatinya tengah bernyanyi bahagia.

“Sudah lama….” Winne membiarkan ucapannya menggantung begitu saja.

“Ya, memang sudah lama.”

“Hei, jangan ngawur. Apanya yang lama? Aku belum selesai ngomong!”

Dias tertawa. “Tapi aku tahu maksudmu.”

“Sok tahu! Apa coba?”

“Kita sudah lama tak beginian lagi, kan?”

Winne menyeringai. “Beginian apa, maksudmu?”

“Ya seperti ini, kita bicara, menyapa, bergurau.”

Winne tercekat. Kerongkongannya tiba-tiba terasa kering.
Tempo permainan gitar perlahan-lahan melambat, semakin lambat, lalu berhenti sama-sekali. Kesunyian merayap, rasa haru menelusup kalbu.

“Padahal hampir setiap hari kita bertemu,” Dias bergumam, “ah, seandainya waktu bisa diundur kembali.”

Winne memungut kembali majalah di sebelah kirinya, sembari secara diam-diam menjatuhkan tangkai bunga mawar dari lembaran majalah tersebut ke bangku. Lalu, dengan berat Winne berdiri:

“Masa lalu tak mungkin kembali, Ias. Tapi kita bisa mengulang keindahannya.”

Tak menunggu respon Dias, Winne berbalik meninggalkan pemuda itu.

Cukup lama Dias termangu. Ia masih kurang mengerti apa yang barusan diucapkan Winne. Baru, ketika bayangan Winne menghilang di balik pagar halaman rumahnya, Dias mendapati setangkai mawar tergolek tak jauh di sisinya..

BERSAMBUNG..!

Senin, 24 November 2014

AUDIT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI BERBASIS KOMPUTER

Asosiasi akuntansi Amerika mendefinisikan auditing sebagai berikut :
Auditing adalah sebuah proses sistemeatis untuk secara obyektif mendapatkan dan mengevaluasi bukti mengenai pernyataan perihal tindakan dan transaksi bernilai ekonomi, untuk memastikan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya pada para pemakai yang berkepentingan.

Auditing membutuhkan pendekatan langkah per langkah yang dibentuk dengan perencanaan teliti serta pemilihan dan pelaksanaan teknik yang tepat dengan hati-hati.
Keterlibatan audit yaitu mengumpulkan, meninjau, dan mendokumentasikan bukti audit.
Standar-standar Audit Internal :
Berdasarkan According Institute of Internal Auditors (IIA), tujuan dari audit internal adalah untuk mengevaluasi kecukupan dan efektifitas sistem pengendalian internal perusahaan.
Juga menetapkan keluasan dari pelaksanaan tanggung jawab yang benar-benar dilakukan.


Kelima standar lingkup audit IIA memberikan garis besar atas tanggung jawab auditor internal :
1. Melakukan tinjauan atas keandalan dan integritas informasi operasional dan keuangan, serta bagaimana hal tersebut diidentifikasi, diukur, diklasifikasi dan dilaporkan.
2. Menetapkan apakah sistem telah didesain untuk sesuai dengan kebijakan operasional dan pelaporan, perencanaan, prosedur, hukum, dan peraturan yang berlaku.
3. Melakukan tinjauan mengenai bagaimana aset dijaga, dan memverifikasi keberadaan aset tersebut.
4. Mempelajari sumber daya perusahaan untuk menetapkan seberapa efektif dan efisien mereka digunakan.
5. Melakukan tinjauan atas operasional dan program perusahaan, untuk menetapkan apakah mereka telah dilaksanakan sesuai rencana dan apakah mereka dapat memenuhi tujuan-tujuan mereka.


Jenis-jenis Kegiatan Audit Internal :
Terdapat tiga jenis audit yang biasanya dilakukan, yaitu :
1.Audit keuangan
2.Audit sistem informasi
3.Audit operasional atau manajemen


Jenis-jenis Kegiatan Audit Internal:
* Audit keuangan memeriksa keandalan dan integritas catatan-catatan akuntansi (baik informasi keuangan dan operasional).
* Audit sistem informasi melakukan tinjauan atas pengendalian SIA untuk menilai kesesuaiannya dengan kebijakan dan prosedur pengendalian serta efektivitas dalam menjaga aset perusahaan.
* Audit operasional atau manajemen berkaitan dengan penggunaan secara ekonomis dan efisien sumber daya, serta pencapaian sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan.

Audit Sistem Informasi
* Tujuan audit SIA adalah untuk meninjau dan mengevaluasi pengendalian internal yang melindungi sistem tersebut.
* Ketika melaksanakan audit sistem informasi, para auditor harus memastikan tujuan-tujuan berikut ini dipenuhi :
1. Perlengkapan keamanan melindungi perlengkapan komputer, program, komunikasi, dan data dari akses yang tidak sah, modifikasi, atau penghancuran.
2. Pengembangan dan perolehan program dilaksanakan sesuai dengan otorisasi khusus dan umum dari pihak manajemen.
3. Modifikasi program dilaksanakan dengan otorisasi dan persetujuan pihak manajemen.
4. Pemrosesan transaksi, file, laporan, dan catatan komputer lainnya telah akurat dan lengkap.
5. Data sumber yang tidak akurat atau yang tidak memiliki otorisasi yang tepat diidentifikasi dan ditangani sesuai dengan kebijakan manajerial yang telah ditetapkan.
6. File data komputer telah akurat, lengkap, dan dijaga kerahasiaannya.

Pendekatan Audit Berdasarkan Risiko
* Pendekatan berdasarkan risiko untuk audit memberikan para auditor pemahaman yang jelas atas kesalahan dan ketidak berturan yang dapat terjadi dan risiko serta penyingkapan yang terkait.
* Pemahaman atas hal ini memberikan dasar yang kuat untuk mengembangkan rekomendasi pada pihak manajemen mengenai bagaimana sistem pengendalian SIA seharusnya ditingkatkan.
* Apakah pendekatan empat tahap evaluasi pengendalian internal itu ?
1. Tentukan ancaman-ancaman yang dihadapi SIA.
2. Identifikasi prosedur pengendalian yang diimplementasikan untuk meminimalkan setiap ancaman dengan mencegah atau mendeteksi kesalahan dan ketidak beraturan.
3. Evaluasi prosedur pengendalian.
4. Evaluasi kelemahan (kesalahan dan ketidak-beraturan yang tidak terungkap oleh prosedur pengendalian).

Kerangka untuk Audit Pengendalian Data Sumber
*Jenis-jenis Kesalahan dan Penipuan:
A.Data sumber yang tidak akurat
B.Data sumber yang tidak sah
*Jenis-jenis Prosedur Pengendalian:
a.Otorisasi pemakai atas input data sumber
b.Penanganan input data sumber secara efektif oleh personol pengendalian data
c.Mendaftar penerimaan, perpindahan, dan pemrosesan input data sumber
d.Penggunaan dokumen yang dapat dikirim kembali
*Prosedur Audit: Tinjauan Sistem
a.Meninjau dokumentasi administratif atas standar pengendalian data sumber
b.Mendokumentasikan pengendalian data sumber akuntansi dengan menggunakan sebuah matriks pengendalian input
c.Meninjau dokumentasi sistem akuntansi untuk mengidentifikasi isi data sumber dan langkah pemrosesan serta pengendalian data sumber tertentu yang digunakan.
d.Memeriksa rencana pemulihan dari bencana
e.Mendiskusikan prosedur pengendalian file data dengan para manajer dan operator sistem
f.Meninjau kebijakan dan prosedur akses logika
g.Meninjau dokumentasi atas fungsi-fungsi operasional perpustakaan file

Software-software yang digunakan dalam audit sistem informasi
*Beberapa program komputer, yang disebut computer audit software (CAS) atau generalized audit software (GAS), telah dibuat secara khusus untuk auditor.
*CAS adalah program komputer yang, berdasarkan spesifikasi dari auditor, menghasilkan program yang melaksanakan fungsi-fungsi audit.
Pemakaian Software komputer
*Langkah pertama auditor adalah memutuskan tujuan-tujuan audit, mempelajari file serta databse yang akan diaudit, merancang laporan audit, dan menetapkan bagaimana cara menghasilkannya.
*Informasi ini akan dicatat dalam lembar spesifikasi dan dimasukkan ke dalam sistem melalui program input data.
*Program ini membuat catatan spesifikasi yang digunakan CAS untuk menghasilkan satu atau lebih program audit.
*Program audit memproses file-file sumber dan melaksanakan operasional audit yang dibutuhkan untuk menghasilkan laporan audit yang telah ditentukan.
Fungsi Umum Software Audit Komputer
a.Pemformatan ulang
b.Manipulasi file
c.Perhitungan
d.Pemilihan data
e.Analisis data
f.Pemrosesan file
g.Statistik
h.Pembuatan laporan

Audit Operasional Atas Suatu SIA
Berbagai teknik dan prosedur yang digunakan dalam audit operasional hampir sama dengan yang diterapkan dalam audit sistem informasi dan keuangan.
*Perbedaan utamanya adalah bahwa lingkup audit sistem informasi dibatasi pada pengendalian internal, sementara lingkup audit keuangan dibatasi pada output sistem.
*Sebaliknya, lingkup audit operasional lebih luas, melintasi seluruh aspek manajemen sistem informasi.

Audit Operasional Atas Suatu SIA
*Tujuan audit operasional mencakup faktor-faktor seperti: efektivitas, efisiensi, dan pencapaian tujuan.
*Pengumpulan bukti mencakup kegiatan-kegiatan berikut ini :
-Meninjau kebijakan dokumentasi operasional
-Melakukan konfirmasi atas prosedur dengan pihak manajemen serta personil operasional
 
sumber :
ekonomi-online.blogspot.com/2010/08/audit-sistem-informasi.html
sebelumnya.blogspot.com
sdarsono.staff.gunadarma.ac.id/BAHAN+8+Audit+Sistem+Informasi+Berbas

Pengendalian sistem informasi akuntansi (SIA)

1. Ruanglingkup pengendalian SIA

                Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain :
1.       Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
2.        Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3.       Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
 
Subsistem SIA memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
SIA terdiri dari 3 subsistem:
·        ~ Sistem pemrosesan transaksi
·        ~ mendukung proses operasi bisnis harian.
·         ~ Sistem buku besar/ pelaporan keuangan 
 
menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.Sistem pelaporan manajemenyang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.
 
2. Ancaman terhadap SIA          
Ancaman
Contoh
-Kehancuran karena bencana alam dan politik
Kebakaran, banir, gempa bumi, badai angin dan peperangan
-Kesalahan pada software & tidak berfungsinya peralatan
Kegagalan hardware, sistem operasi, pengiriman data yang tidak terdeteksi
-Tindakan tidak sengaja
Kesalahan manusia, penghapusan karena ketidaktahuan, salah letak
-Tindakan sengaja
Sabotase, penipuan dan pencurian

3. Lingkungan pengendalian SIA
                Terdiri dari beberapa faktor yaitu:
                                1.Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
                                2.Filosofi manajemen dan gaya operasi
                                3.Struktur organisasional
                                4.Badan audit dewan komisaris
                                5.Metode pemberian otoritas dan tanggung jawab
                                6.Kebijakan dan praktik-praktik dalam SDM
                                7.Pengaruh-pengaruh eksternal
 
4. Aktivitas & proses pengendalian SIA
                Terdiri dari aktivitas:
                1.Otorisasi transaksi dan dan kegiatan yang memadai
                2.Pemisahan tugas
                3.Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai
                4.Penjagaan aset dan catatan yang memadai
                5.Pemeriksaan independen atas kinerja
 
 
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Diana%20Rahmawati,%20M.Si./SIA%20Bab%207.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_akuntansi

Tugas Softskill SIA (Pembuatan Model dan Desain Database)

    Pembuatan model data dan desai database merupakan bagian dari system informasi akuntansi(SIA) untuk mengetahui Bagaimana kita dapat mendokumentasikan SIA yang mengimplementasikan sebagai database relasional? Dibawah ini penjelasannya. 
Ada Enam lagkah dasar dalam mendesain dan mengimplementasikan system database ,yaitu :
1.Identifikasi kebutuhan informasi para pemakai 
2.Tahap pertama terdiri dari perencanaan awal untuk kebutuhan dan kelayakan pengembangan system baru
3.Pengembangan berbagai skema berbeda untuk system yang baru pada tingkat konseptual eksternal dan Internal
4.Penerjemahan skema tingkat internal ke struktur database sesungguhnya yang akan diimplementasikan ke dalam system yang baru tersebut
5.Mentransfer semua data dari system sebelumnya ke database SIA yang baru
6.Penggunaan dan pemeliharaan system yang baru. 
Setelah mengetahui langkah dasar mendesain dan mengimplementasikan system database, mari kita simak pengertian dari MODEL DATA REA.

Model Data REA 
     Pembuatan model data adalah proses mendefinisikan database tepat dan merepresentasikan keseluruhan aspek organisasi dan memasukan interaksi dengan lingkungan  luar.
REA(Sumber daya,Data,Kegiatan) data model adalah pusat alat kesatuan model bisnis yang berkaitan dibawah aktivitas rangkaian nilai organisasi.

Pembuatan model data dalam proses desain database
   Sebenarnya dalam pembuatan model data bisa dengan bagan ataupun penjelasan secara tulisan. kali ini saya akan menjelaskan mengenai pembuatan model data dalam proses desain menggunakan kata-kata/tulisan.
Untuk membuat model data dibagi menjadi 2 proses,yang pertama proses
Perencanaan dan Operasi dan Pemeliharaan.

Perencanaan
sebelum membuat model data dalam database haruslah membuat perencanaan.
Setelah perencanaan telah dibuat dan mau dibuat seperti apa lalu melakukan analisis persyaratan,yang meliputi syarat apasaja yang harus terpenuhi.
Setelah itu maka lakukan Pendesaian model data.

Operasi dan Pemeliharaan
pada proses ini operasi dan pemeliharaan model data dalam desain database dilakukan.
Dan setelah melakukan operasi dan pemeliharaan maka langsung di implementasikan dengan menuliskan pengkodean. 

Untuk pembuatan model terjadi diantara proses analisis dan desain.
1.Perencanaan
Sebelum membuat model data dalam database haruslah membuat perencanaan.Setelah perencanaan telah dibuat dan mau dibuat seperti apa lalu melakukan analisis persyaratan,yang meliputi syarat apasaja yang harus terpenuhi.
Setelah itu maka lakukan Pendesaian model data.

2.Operasi dan Pemeliharaan
pada proses ini operasi dan pemeliharaan model data dalam desain database dilakukan.Dan setelah melakukan operasi dan pemeliharaan maka langsung di implementasikan dengan menuliskan pengkodean. 

Untuk pembuatan model terjadi diantara proses analisis dan desain.
Sumber:http://dwiasihrahaayu.blogspot.com/2012/12/pembuatan-model-data-dan-desain database.html?showComment=1382990432703#c5741893947383110686
Tugas Softskill (audit sistem SIA bebasis teknologi informasi) A. Ruang lingkup audit sistem infromasi Sesuai dengan tujuannya, audit manajemen dilaksanakan untuk meningkatkan ekonomisasi, efisiensi pengelolaan sumber daya, serta efektivitas pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu, audit manajemen diarahkan untuk menilai secara keseluruhan pengelolaan operasional objek audit, baik fungsi manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian) maupun fungsi-fungsi bisnis perusahaan secara keseluruhan ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Bagaimana pengelolaan berbagai program/aktivitas pada setiap fungsi bisnis perusahaan, apakah sudah dikelola dengan prinsip-prinsip kehematan, efisiensi, dan secara efektif dapat mencapai tujuannya? Hal ini merupakan kajian dari audit manajemen. Audit manajemen pada berbagai fungsi perusahaan dan ruang lingkup auditnya akan diuraikan lebih lanjut di bagian berikut. Ø Audit Manajemen pada fungsi Pemasaran Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai bagaimana setiap program/aktivitas pemasaran yang dilakukan mencapai tujuannya melalui pengelolaan sumber daya yang ekonomis dan efisien. Disamping itu, audit juga dilakukan terhadap bagaimana perusahaan menetapkan strategi pemasarannya apakah sudah sesuai dengan lingkungan pemasaran yang dihadapi perusahaan, intensitas persaingan, dan berbagai keterbatasan yang secara internal dihadapi perusahaan. Beberapa ruang lingkup audit manajemen pemasaran meliputi : a. Lingkungan pemasaran Menekankan audit pada analisis terhadap kondisi ekonomi makro yang berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung kepada aktivitas pemasaran perusahaan. b. Strategi Pemasaran Menekankan kepada penelaahan terhadap tujuan dan strategi pemasaran c. Organisasi PemasaranMenekankan pada penilaian terhadap kemampuan struktur organisasi pemasaran dalam menerapkan strategi yang telah ditetapkan. d. Produktivitas Pemasaran Menekankan pada pengujian terhadap berbagai program/aktivitas pemasaran dan pengeluaran biaya yang berkaitan dengan aktivitas tersebut. e. Fungsi Pemasaran Menekankan audit pada penilaian terhadap berbagai unsur bauran pemasaran yang ditetapkan perusahaan. Ø Audit Manajemen pada fungsi produksi dan operasi Audit Manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap ketaatan perusahaan dalam menerapkan berbagai aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan dalam operasi perusahaan. Di samping itu, audit pada fungsi ini juga ditujukan untuk menilai ekonomisasi dan efisiensi pengelolaan sumber daya dan efektivitas pencapaian tujuan perusahaan. Ruang lingkup audit ini meliputi : 1. Perencanaan produksi 2. Pengendalian kualitas (quality control) 3. Produktivitas dan efisiensi. 4. Metode dan standar kerja. 5. Pemeliharaan peralatan 6. Organisasi manajemen produksi dan operasi. 7. Plant dan layout 3. Audit manajemen pada fungsi sumber daya manusia Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai apakah kebutuhan SDM perusahaan sudah terpenuhi dengan cara yang hemat, efisien, dan efektif. Ruang lingkup pada audit ini mencakup keseluruhan dari proses SDM yang meliputi: 1. Perencanaan tenaga kerja 2. Penerimaan (rekrutment) karyawan 3. Seleksi 4. Orientasi dan penempatan 5. Pelatihan dan pengembangan 6. Penilaian kerja 7. Pengembangan karir 8. Sistem imbalan dan kompensasi 9. Perlindungan karyawan 10. Hubungan karyawan 11. Pemutusan hubungan kerja (PHK) Ø Audit Manajemen Pada fungsi Sistem Informasi Audit manajemen pada fungsi system informasi menekankan pada penilaian terhadap keandalan system informasi yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan berbagai informasi yang diperlukan secara akurat dan tepat waktu. Sistem informasi mencerminkan system pengendalian yang diterapkan perusahaan. Oleh karena itu, keandalan system suatu system informasi berhubungan erat dengan keandalan system pengendalian yang diterapkan perusahaan. Untuk menilai keandalan system informasi ini dapat dilihat apakah tujuan pengendalian di dalam perusahaan telah tercapai atau tidak. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, sebagian besar audit manajemen pada fungsi ini diarahkan untuk audit system informasi yang berbasis computer (EDP). Ruang lingkup audit ini meliputi : 1. Dukungan satuan pengolah data. 2. Perencanaan pengolahan data 3. Organisasi pengolahan data 4. Pengendalian pengolahan data 5. Audit Manajemen lingkungan Ø Ruang lingkup audit sistem informasi personalia Pada umumnya yang dilaksanakan dalam suatu perusahaan mengenai tugas-tugas personalia ada tiga yaitu: 1. Procuring(mendapatkan karyawan) a. memperoleh tenaga kerja b. membuat anggaran tenaga kerja c. menarik tenaga kerja d. membuat JOBhttp://cdncache-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png analysis, job description, dan job specification e. menetapkan dan menghubungi sumber-sumber tenaga kerja f. mengadakan seleksi terhadap calon tenaga kerja Ø Developing(mengembangkan karyawan) a. memajukan atau mengembangkan tenaga kerja b. melatih dan mendidik tenaga kerja c. mempromiosikan dan memindahkan tenaga kerja d. mengadakan penilaian kecakapan tenaga kerja Ø Mantaining (mempertahankan karywawan) a. memanfaatkan tenaga kerja b. memberhentikan tenaga kerja c. memensiunkan tenaga kerja d. memberi kompensasi e. mengurus kesejagteraan pegawai termasuk pembayaran upah, perumahan, rekreasi, pengobatan Audit secara logis dimulai dengan mereview kerja departemen sumberdaya. Untuk memeriksa hanya beberapa aspek system manajemen personalia, auditor bisa mengabaikan topik-topik lain. Tim audit hendaknya : 1. Mengidentifikasikan siapa yang bertanggung jawab atas setiap kegiatan 2. Menentukan sasaran-sasaran yang akan dicapai oleh setiap kegiatan 3. Mereview berbagai kebijaksanaan dan prosedur yang digunakan untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut. 4. Menentukan besarnya sample catatan-catatan dalam system informasi personalia untuk mempelajari apakah kebijaksanaan dan prosedur diikuti secara besar 5. Menyiapkan laporan audit 6. Mengembangkan rencana tindakan koreksi terhadap kesalahan-kesalahan dalam sasaran, kebijaksanaan dan prosedur. 7. Melaksanakan tindak lanjut untuk memastikan apakah masalah-masalah temuan audit telah dipecahkan. B. Langkah-langkah untuk melakukan Audit Teknologi Sistem Informasi Ø Apakah kebijakan keamanan (security policy) memadai dan efektif ? a. Jika data dipegang oleh vendor, periksa laporan ttg kebijakan dan prosedural yg terikini dr external auditor b. Jika sistem dibeli dari vendor, periksa kestabilan finansial c. Memeriksa persetujuan lisen (license agreement) Ø Kontrol keamanan fisik a. Periksa apakah keamanan fisik perangkat keras dan penyimpanan data memadai b. Periksa apakah backup administrator keamanan sudah memadai (trained,tested) c. Periksa apakah rencana kelanjutan bisnis memadai dan efektif d. Periksa apakah asuransi perangkat-keras, OS, aplikasi, dan data memadai Ø Kontrol keamanan logikal a. Periksa apakah password memadai dan perubahannya dilakukan reguler b. Apakah administrator keamanan memprint akses kontrol setiap user c. Memeriksa dan mendokumentasikan parameter keamanan default d. Menguji fungsionalitas sistem keamanan (password, suspend userID, etc) e. Memeriksa apakah password file / database disimpan dalam bentuk tersandi dan tidak dapat dibuka oleh pengguna umum f. Memeriksa apakah data sensitif tersandi dalam setiap phase dalam prosesnya g. Memeriksa apakah prosedur memeriksa dan menganalisa log memadai h. Memeriksa apakah akses kontrol remote (dari tempat yang lain) memadai: (VPN, i. CryptoCard, SecureID, etc) - Menguji Kontrol Operasi a. Memeriksa apakah tugas dan job description memadai dalam semua tugas dalam operasi tsb. b. Memeriksa apakah ada problem yang signifikan c. Memeriksa apakah control yang menjamin fungsionalitas sistem informasi telah memadai PENGENDALIAN SIA Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : · Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. · Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. · Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi. 1. Penilaian Resiko Organisasi harus sadar akan dan berurusan dengan risiko yang dihadapinya. Organisasi harus menempatkan tujuan, yang terintegrasi dengan penjualan, produksi, pemasaran, keuangan, dan kegiatan lainnya, agar organisasi beroperasi secara harmonis. Organisasi juga harus membuat mekanisme unuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko yang terkait.. Semua organisasi menghadapi resiko. Contoh-contoh resiko antara lain perubahan tuntutan pelanggan, ancaman persaingan, perubahan peraturan, perubahan factor ekonomi seperti perubahan suku bunga, dan pelanggaran karyawan terhadap prosedur perusahaan. Setelah resiko dapat diidentifikasi, maka dapat dilakukan analisis untuk memperkirakan besarnya pengaruh dari resiko tersbut serta tingkat kemungkinan terjadinya, dan menentukan tindakan-tindakan untuk meminimumkannya. 2. pengertian dan luang linkup pengendalian ancaman ancaman terhadap SIA Sistem informasi akuntansi adalah sekumpulan sumberdaya yang diatur untuk mengubah data transaksi keuangan menjadi informasi keuangan (akuntansi). Produktivitas perusahaan dapat ditingkatkan dengan sistem informasi akuntansi yang baik. Ruang lingkup SIA: Ruang lingkup Implementasi aplikasi Sikompak pada Bagian Akuntansi/Pembukuan meliputi pencatatan dan pengolahan data atas transaksi keuangan yang meliputi penjurnalan, posting hingga menghasilkan laporan keuangan perusahaan (General Ledger System). Ruang lingkup Sistem Informasi Aktiva Tetap dan Persediaan terdiri dari mutasi penambahan dan pengurangan pada aktiva tetap dan persediaan serta perhitungan penyusutan dan nilai buku aktiva tetap. Ruang Lingkup implementasi Billing System yang telah terkomputerisasi terdiri dari beberapa sub-sistem antara lain sub-sistem penyambungan baru, sub-sistem administrasi rekening, sub-sistem pelayanan pelanggan (customer service) dan sub-sistem penagihan dan penerimaan kas. 3. Langkah Pengendalian SIA Terdiri dari struktur organisasi dan prosedur-prosedur serta catatan-catatan yang berkaitan dengan pengamanan aktiva dan dapat dipercayanya catatan financial, dan konsekuensinya, organisassi, prosedur,dan catatan-cataan itu disusun untuk memberikan jaminan yang cukup dalam arti : Transaks-transasidilkasanakan sesuai dengan pengesahan (otorisasi) manajemen yang umum maupun yang khusus. Transaksi-transaksi dicatat untuk (1) memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip auntansiyang umunya diterima atau kriteria-kriteria lain yang perlu untuk laporan-laporan tersebut dan (2) menunjukkan pertanggungjawaban atas aktiva. · Access(penggunaan) aktiva hanya diperbolehkan bilasesuai dengan otorisasi manajemen · Tanggung-jawab atas aktiva (menurut catatan) dibandingkan dengan aktiva yang ada setiap waktu tertentu dan diambil tindakan yang perlu bila ada perbedaan-perbedaan. Prosedur pengendalian diterapkan untuk memberikan jaminan yang wajar bahwa sasaran bisnis akan tercapai, termasuk penggelapan. Diantara prosedur-prosedur itu adalah: a) Pegawai yang kompeten, perputaran tugas, dan cuti wajib. b) Pemisahan tanggung jawab untuk operasi yang berkaitan. c) Pemisahan operasi, pengamanan aktiva, dan akuntansi. d) Prosedur pembuktian dan pengamanan. e) Pemantauan 4. Dasar Sistem Akuntansi Sistem akuntansi (accounting system) adalah metode dan prosedur untuk mengupulkan, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan melaporkan informasi operasi dan keuangan sebuah perusahaan. Sistem akuntansi berkembang melalui tiga langkah ketika perusahaan dan mengalami perubahan. Langkah pertama, analisis (analysis) terdiri dari 1) identifikasi kebutuhan dari pihak-pihak yang membutuhkan laporan keuangan 2) penentuan bagaimana system akan menyajikan informasi tersebut. Langkah kedua, sistem akuntansi didesain (desaigned) sehingga mampu memenuhi kebutuhan para pengguna. Pada langkah terakhir, system akuntansi diterapkan (implemented) dan digunakan. Pengendalian internal dan metode pengolahan data merupakan hal yang mendasar dalam sistem akuntansi. Pengendalian internal (internal control) adalah kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva perusahaan dari kesalahan penggunaan, memastikan bahwa informasi usaha yang disajikan akurat dan meyakinkan bahwa hukum serta peraturan telah diikuti. 2) Pengendalian Internal Tujuan pengendalian internal adalah memberikan jaminan yang wajar bahwa: a) Aktiva dilindungi dan digunakan untuk pencapaian tujuan usaha. b) Informasi bisnis akurat. c) Karyawan mematuhi peraturan dan ketentuan. Pengendalian internal dapat melindungi aktiva dari pencurian, penggelapan, atau penempatan aktiva pada lokasi yang tidak tepat. Salah satu pelanggaran serius terhadap pengendalian internal adalah penggelapan oleh karyawan Unsur-unsur pengendalian internal (elements of internal control) adalah: a.Lingkungan pengendalian Lingkungan pengendalian suatu perusahaan mencakup seluruh sikap manajemen dan karyawan mengenai pentingnya pengendalian yang faktornya antara lain dipengaruhi oleh falsafah dan gaya operasi manajemen. Selain itu, struktur organisasi usaha yang merupakan kerangka dasar untuk perencanaan dan pengendalian operasi juga mempengaruhi lingkungan pengendalian. Kebijakan personalia meliputi perekrutan, pelatihan, evaluasi, penetapan gaji, dan promosi karyawan juga mempengaruhi lingkungan pengendalian. b.Penilaian resiko Semua organisasi menghadapi resiko. Contoh-contoh resiko antara lain perubahan tuntutan pelanggan, ancaman persaingan, perubahan peraturan, perubahan factor ekonomi seperti perubahan suku bunga, dan pelanggaran karyawan terhadap prosedur perusahaan. Setelah resiko dapat diidentifikasi, maka dapat dilakukan analisis untuk memperkirakan besarnya pengaruh dari resiko tersbut serta tingkat kemungkinan terjadinya, dan menentukan tindakan-tindakan untuk meminimumkannya. c.Prosedur pengendalian Prosedur pengendalian diterapkan untuk memberikan jaminan yang wajar bahwa sasaran bisnis akan tercapai, termasuk penggelapan. Diantara prosedur-prosedur itu adalah: Pegawai yang kompeten, perputaran tugas, dan cuti wajib. Pemisahan tanggung jawab untuk operasi yang berkaitan. Pemisahan operasi, pengamanan aktiva, dan akuntansi. Prosedur pembuktian dan pengamanan. d.Pemantauan Pemantauan terhadap system pengendalian internal akan mengidentifikasi dimana letak kelemahannya dan memperbaiki efektivitas pengendalian tersebut. e.Informasi dan komunikasi Informasi yang valid mengenai lingkungan pengendalian, penilaian resiko, prosedur pengendalian, dan pemantauan diperlukan oleh manajemen untuk mengarahkan operasi dan memastikan terpenuhinya tuntutan-tuntutan pelaporan serta peraturan yang berlaku. sumber : http://erick-way.blogspot.com/2013/01/langkah-langkah-untuk-melakukan-audit.html http://encal.blogspot.com/2012/06/ruang-lingkup-audit-sistem-informasi.html http://muhamadekafahrulrozi.blogspot.com/2013/11/pengendalian-dan-sia-sistem-informasi.html http://wijiraharjo.wordpress.com/2007/12/10/sistem-akuntansi-dan-pengendalian-internal/ Make Money at : http://bit.ly/copy_win Make Money at : http://bit.ly/copy_win

Make Money at : http://bit.ly/copy_win

Tugas Softskill (audit sistem SIA bebasis teknologi informasi) A. Ruang lingkup audit sistem infromasi Sesuai dengan tujuannya, audit manajemen dilaksanakan untuk meningkatkan ekonomisasi, efisiensi pengelolaan sumber daya, serta efektivitas pencapaian tujuan perusahaan. Oleh karena itu, audit manajemen diarahkan untuk menilai secara keseluruhan pengelolaan operasional objek audit, baik fungsi manajerial (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian) maupun fungsi-fungsi bisnis perusahaan secara keseluruhan ditujukan untuk mencapai tujuan perusahaan. Bagaimana pengelolaan berbagai program/aktivitas pada setiap fungsi bisnis perusahaan, apakah sudah dikelola dengan prinsip-prinsip kehematan, efisiensi, dan secara efektif dapat mencapai tujuannya? Hal ini merupakan kajian dari audit manajemen. Audit manajemen pada berbagai fungsi perusahaan dan ruang lingkup auditnya akan diuraikan lebih lanjut di bagian berikut. Ø Audit Manajemen pada fungsi Pemasaran Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai bagaimana setiap program/aktivitas pemasaran yang dilakukan mencapai tujuannya melalui pengelolaan sumber daya yang ekonomis dan efisien. Disamping itu, audit juga dilakukan terhadap bagaimana perusahaan menetapkan strategi pemasarannya apakah sudah sesuai dengan lingkungan pemasaran yang dihadapi perusahaan, intensitas persaingan, dan berbagai keterbatasan yang secara internal dihadapi perusahaan. Beberapa ruang lingkup audit manajemen pemasaran meliputi : a. Lingkungan pemasaran Menekankan audit pada analisis terhadap kondisi ekonomi makro yang berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung kepada aktivitas pemasaran perusahaan. b. Strategi Pemasaran Menekankan kepada penelaahan terhadap tujuan dan strategi pemasaran c. Organisasi PemasaranMenekankan pada penilaian terhadap kemampuan struktur organisasi pemasaran dalam menerapkan strategi yang telah ditetapkan. d. Produktivitas Pemasaran Menekankan pada pengujian terhadap berbagai program/aktivitas pemasaran dan pengeluaran biaya yang berkaitan dengan aktivitas tersebut. e. Fungsi Pemasaran Menekankan audit pada penilaian terhadap berbagai unsur bauran pemasaran yang ditetapkan perusahaan. Ø Audit Manajemen pada fungsi produksi dan operasi Audit Manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap ketaatan perusahaan dalam menerapkan berbagai aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan dalam operasi perusahaan. Di samping itu, audit pada fungsi ini juga ditujukan untuk menilai ekonomisasi dan efisiensi pengelolaan sumber daya dan efektivitas pencapaian tujuan perusahaan. Ruang lingkup audit ini meliputi : 1. Perencanaan produksi 2. Pengendalian kualitas (quality control) 3. Produktivitas dan efisiensi. 4. Metode dan standar kerja. 5. Pemeliharaan peralatan 6. Organisasi manajemen produksi dan operasi. 7. Plant dan layout 3. Audit manajemen pada fungsi sumber daya manusia Audit manajemen pada fungsi ini bertujuan untuk menilai apakah kebutuhan SDM perusahaan sudah terpenuhi dengan cara yang hemat, efisien, dan efektif. Ruang lingkup pada audit ini mencakup keseluruhan dari proses SDM yang meliputi: 1. Perencanaan tenaga kerja 2. Penerimaan (rekrutment) karyawan 3. Seleksi 4. Orientasi dan penempatan 5. Pelatihan dan pengembangan 6. Penilaian kerja 7. Pengembangan karir 8. Sistem imbalan dan kompensasi 9. Perlindungan karyawan 10. Hubungan karyawan 11. Pemutusan hubungan kerja (PHK) Ø Audit Manajemen Pada fungsi Sistem Informasi Audit manajemen pada fungsi system informasi menekankan pada penilaian terhadap keandalan system informasi yang dimiliki perusahaan untuk menghasilkan berbagai informasi yang diperlukan secara akurat dan tepat waktu. Sistem informasi mencerminkan system pengendalian yang diterapkan perusahaan. Oleh karena itu, keandalan system suatu system informasi berhubungan erat dengan keandalan system pengendalian yang diterapkan perusahaan. Untuk menilai keandalan system informasi ini dapat dilihat apakah tujuan pengendalian di dalam perusahaan telah tercapai atau tidak. Dengan berkembangnya teknologi saat ini, sebagian besar audit manajemen pada fungsi ini diarahkan untuk audit system informasi yang berbasis computer (EDP). Ruang lingkup audit ini meliputi : 1. Dukungan satuan pengolah data. 2. Perencanaan pengolahan data 3. Organisasi pengolahan data 4. Pengendalian pengolahan data 5. Audit Manajemen lingkungan Ø Ruang lingkup audit sistem informasi personalia Pada umumnya yang dilaksanakan dalam suatu perusahaan mengenai tugas-tugas personalia ada tiga yaitu: 1. Procuring(mendapatkan karyawan) a. memperoleh tenaga kerja b. membuat anggaran tenaga kerja c. menarik tenaga kerja d. membuat JOBhttp://cdncache-a.akamaihd.net/items/it/img/arrow-10x10.png analysis, job description, dan job specification e. menetapkan dan menghubungi sumber-sumber tenaga kerja f. mengadakan seleksi terhadap calon tenaga kerja Ø Developing(mengembangkan karyawan) a. memajukan atau mengembangkan tenaga kerja b. melatih dan mendidik tenaga kerja c. mempromiosikan dan memindahkan tenaga kerja d. mengadakan penilaian kecakapan tenaga kerja Ø Mantaining (mempertahankan karywawan) a. memanfaatkan tenaga kerja b. memberhentikan tenaga kerja c. memensiunkan tenaga kerja d. memberi kompensasi e. mengurus kesejagteraan pegawai termasuk pembayaran upah, perumahan, rekreasi, pengobatan Audit secara logis dimulai dengan mereview kerja departemen sumberdaya. Untuk memeriksa hanya beberapa aspek system manajemen personalia, auditor bisa mengabaikan topik-topik lain. Tim audit hendaknya : 1. Mengidentifikasikan siapa yang bertanggung jawab atas setiap kegiatan 2. Menentukan sasaran-sasaran yang akan dicapai oleh setiap kegiatan 3. Mereview berbagai kebijaksanaan dan prosedur yang digunakan untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut. 4. Menentukan besarnya sample catatan-catatan dalam system informasi personalia untuk mempelajari apakah kebijaksanaan dan prosedur diikuti secara besar 5. Menyiapkan laporan audit 6. Mengembangkan rencana tindakan koreksi terhadap kesalahan-kesalahan dalam sasaran, kebijaksanaan dan prosedur. 7. Melaksanakan tindak lanjut untuk memastikan apakah masalah-masalah temuan audit telah dipecahkan. B. Langkah-langkah untuk melakukan Audit Teknologi Sistem Informasi Ø Apakah kebijakan keamanan (security policy) memadai dan efektif ? a. Jika data dipegang oleh vendor, periksa laporan ttg kebijakan dan prosedural yg terikini dr external auditor b. Jika sistem dibeli dari vendor, periksa kestabilan finansial c. Memeriksa persetujuan lisen (license agreement) Ø Kontrol keamanan fisik a. Periksa apakah keamanan fisik perangkat keras dan penyimpanan data memadai b. Periksa apakah backup administrator keamanan sudah memadai (trained,tested) c. Periksa apakah rencana kelanjutan bisnis memadai dan efektif d. Periksa apakah asuransi perangkat-keras, OS, aplikasi, dan data memadai Ø Kontrol keamanan logikal a. Periksa apakah password memadai dan perubahannya dilakukan reguler b. Apakah administrator keamanan memprint akses kontrol setiap user c. Memeriksa dan mendokumentasikan parameter keamanan default d. Menguji fungsionalitas sistem keamanan (password, suspend userID, etc) e. Memeriksa apakah password file / database disimpan dalam bentuk tersandi dan tidak dapat dibuka oleh pengguna umum f. Memeriksa apakah data sensitif tersandi dalam setiap phase dalam prosesnya g. Memeriksa apakah prosedur memeriksa dan menganalisa log memadai h. Memeriksa apakah akses kontrol remote (dari tempat yang lain) memadai: (VPN, i. CryptoCard, SecureID, etc) - Menguji Kontrol Operasi a. Memeriksa apakah tugas dan job description memadai dalam semua tugas dalam operasi tsb. b. Memeriksa apakah ada problem yang signifikan c. Memeriksa apakah control yang menjamin fungsionalitas sistem informasi telah memadai PENGENDALIAN SIA Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. Akuntansi sendiri sebenarnya adalah sebuah sistem informasi. Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain : · Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi. · Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. · Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi. 1. Penilaian Resiko Organisasi harus sadar akan dan berurusan dengan risiko yang dihadapinya. Organisasi harus menempatkan tujuan, yang terintegrasi dengan penjualan, produksi, pemasaran, keuangan, dan kegiatan lainnya, agar organisasi beroperasi secara harmonis. Organisasi juga harus membuat mekanisme unuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko yang terkait.. Semua organisasi menghadapi resiko. Contoh-contoh resiko antara lain perubahan tuntutan pelanggan, ancaman persaingan, perubahan peraturan, perubahan factor ekonomi seperti perubahan suku bunga, dan pelanggaran karyawan terhadap prosedur perusahaan. Setelah resiko dapat diidentifikasi, maka dapat dilakukan analisis untuk memperkirakan besarnya pengaruh dari resiko tersbut serta tingkat kemungkinan terjadinya, dan menentukan tindakan-tindakan untuk meminimumkannya. 2. pengertian dan luang linkup pengendalian ancaman ancaman terhadap SIA Sistem informasi akuntansi adalah sekumpulan sumberdaya yang diatur untuk mengubah data transaksi keuangan menjadi informasi keuangan (akuntansi). Produktivitas perusahaan dapat ditingkatkan dengan sistem informasi akuntansi yang baik. Ruang lingkup SIA: Ruang lingkup Implementasi aplikasi Sikompak pada Bagian Akuntansi/Pembukuan meliputi pencatatan dan pengolahan data atas transaksi keuangan yang meliputi penjurnalan, posting hingga menghasilkan laporan keuangan perusahaan (General Ledger System). Ruang lingkup Sistem Informasi Aktiva Tetap dan Persediaan terdiri dari mutasi penambahan dan pengurangan pada aktiva tetap dan persediaan serta perhitungan penyusutan dan nilai buku aktiva tetap. Ruang Lingkup implementasi Billing System yang telah terkomputerisasi terdiri dari beberapa sub-sistem antara lain sub-sistem penyambungan baru, sub-sistem administrasi rekening, sub-sistem pelayanan pelanggan (customer service) dan sub-sistem penagihan dan penerimaan kas. 3. Langkah Pengendalian SIA Terdiri dari struktur organisasi dan prosedur-prosedur serta catatan-catatan yang berkaitan dengan pengamanan aktiva dan dapat dipercayanya catatan financial, dan konsekuensinya, organisassi, prosedur,dan catatan-cataan itu disusun untuk memberikan jaminan yang cukup dalam arti : Transaks-transasidilkasanakan sesuai dengan pengesahan (otorisasi) manajemen yang umum maupun yang khusus. Transaksi-transaksi dicatat untuk (1) memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip auntansiyang umunya diterima atau kriteria-kriteria lain yang perlu untuk laporan-laporan tersebut dan (2) menunjukkan pertanggungjawaban atas aktiva. · Access(penggunaan) aktiva hanya diperbolehkan bilasesuai dengan otorisasi manajemen · Tanggung-jawab atas aktiva (menurut catatan) dibandingkan dengan aktiva yang ada setiap waktu tertentu dan diambil tindakan yang perlu bila ada perbedaan-perbedaan. Prosedur pengendalian diterapkan untuk memberikan jaminan yang wajar bahwa sasaran bisnis akan tercapai, termasuk penggelapan. Diantara prosedur-prosedur itu adalah: a) Pegawai yang kompeten, perputaran tugas, dan cuti wajib. b) Pemisahan tanggung jawab untuk operasi yang berkaitan. c) Pemisahan operasi, pengamanan aktiva, dan akuntansi. d) Prosedur pembuktian dan pengamanan. e) Pemantauan 4. Dasar Sistem Akuntansi Sistem akuntansi (accounting system) adalah metode dan prosedur untuk mengupulkan, mengklasifikasikan, mengikhtisarkan, dan melaporkan informasi operasi dan keuangan sebuah perusahaan. Sistem akuntansi berkembang melalui tiga langkah ketika perusahaan dan mengalami perubahan. Langkah pertama, analisis (analysis) terdiri dari 1) identifikasi kebutuhan dari pihak-pihak yang membutuhkan laporan keuangan 2) penentuan bagaimana system akan menyajikan informasi tersebut. Langkah kedua, sistem akuntansi didesain (desaigned) sehingga mampu memenuhi kebutuhan para pengguna. Pada langkah terakhir, system akuntansi diterapkan (implemented) dan digunakan. Pengendalian internal dan metode pengolahan data merupakan hal yang mendasar dalam sistem akuntansi. Pengendalian internal (internal control) adalah kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva perusahaan dari kesalahan penggunaan, memastikan bahwa informasi usaha yang disajikan akurat dan meyakinkan bahwa hukum serta peraturan telah diikuti. 2) Pengendalian Internal Tujuan pengendalian internal adalah memberikan jaminan yang wajar bahwa: a) Aktiva dilindungi dan digunakan untuk pencapaian tujuan usaha. b) Informasi bisnis akurat. c) Karyawan mematuhi peraturan dan ketentuan. Pengendalian internal dapat melindungi aktiva dari pencurian, penggelapan, atau penempatan aktiva pada lokasi yang tidak tepat. Salah satu pelanggaran serius terhadap pengendalian internal adalah penggelapan oleh karyawan Unsur-unsur pengendalian internal (elements of internal control) adalah: a.Lingkungan pengendalian Lingkungan pengendalian suatu perusahaan mencakup seluruh sikap manajemen dan karyawan mengenai pentingnya pengendalian yang faktornya antara lain dipengaruhi oleh falsafah dan gaya operasi manajemen. Selain itu, struktur organisasi usaha yang merupakan kerangka dasar untuk perencanaan dan pengendalian operasi juga mempengaruhi lingkungan pengendalian. Kebijakan personalia meliputi perekrutan, pelatihan, evaluasi, penetapan gaji, dan promosi karyawan juga mempengaruhi lingkungan pengendalian. b.Penilaian resiko Semua organisasi menghadapi resiko. Contoh-contoh resiko antara lain perubahan tuntutan pelanggan, ancaman persaingan, perubahan peraturan, perubahan factor ekonomi seperti perubahan suku bunga, dan pelanggaran karyawan terhadap prosedur perusahaan. Setelah resiko dapat diidentifikasi, maka dapat dilakukan analisis untuk memperkirakan besarnya pengaruh dari resiko tersbut serta tingkat kemungkinan terjadinya, dan menentukan tindakan-tindakan untuk meminimumkannya. c.Prosedur pengendalian Prosedur pengendalian diterapkan untuk memberikan jaminan yang wajar bahwa sasaran bisnis akan tercapai, termasuk penggelapan. Diantara prosedur-prosedur itu adalah: Pegawai yang kompeten, perputaran tugas, dan cuti wajib. Pemisahan tanggung jawab untuk operasi yang berkaitan. Pemisahan operasi, pengamanan aktiva, dan akuntansi. Prosedur pembuktian dan pengamanan. d.Pemantauan Pemantauan terhadap system pengendalian internal akan mengidentifikasi dimana letak kelemahannya dan memperbaiki efektivitas pengendalian tersebut. e.Informasi dan komunikasi Informasi yang valid mengenai lingkungan pengendalian, penilaian resiko, prosedur pengendalian, dan pemantauan diperlukan oleh manajemen untuk mengarahkan operasi dan memastikan terpenuhinya tuntutan-tuntutan pelaporan serta peraturan yang berlaku. sumber : http://erick-way.blogspot.com/2013/01/langkah-langkah-untuk-melakukan-audit.html http://encal.blogspot.com/2012/06/ruang-lingkup-audit-sistem-informasi.html http://muhamadekafahrulrozi.blogspot.com/2013/11/pengendalian-dan-sia-sistem-informasi.html http://wijiraharjo.wordpress.com/2007/12/10/sistem-akuntansi-dan-pengendalian-internal/ Make Money at : http://bit.ly/copy_win Make Money at : http://bit.ly/copy_win

Make Money at : http://bit.ly/copy_win